CD-ROM
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.M DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN: POST OPERASI LAPARATOMI DAN KOLOSTOMI ATAS INDIKASI KANKER REKTI HARI KE 2 DI RUANG HCU BEDAH RSUD DR.MOEWARDI SURAKARTA (KTI 964)
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. M DENGAN GANGGUAN SISTEMrnPENCERNAAN : POST OPERASI LAPARATOMI DAN KOLOSTOMI ATASrnINDIKASI KANKER REKTI HARI KE-2 DI RUANGrnHCU BEDAH RSUD Dr. MOEWARDIrnSURAKARTArnMarcheline Happy Putripratama1_ Sri Iswahyuni2 _ Rejo 3rnKanker rekti adalah keganasan yang terjadi pada bagian rektum. Biasanyarnkanker rektum secara teori tergabung dengan kanker kolon (Muttaqin & Kumala,rn2011: 677). Laparatomi merupakan pembedahan perut sampai membuka selaputrnperut. Kolostomi adalah lubang yang dibuat melalui dinding abdomen kedalamrnkolon iliaka untuk mengeluarkan feses. Kolostomi dibuat berdasarkan berbagairnindikasi dan tujuan tertentu sehingga jenisnya ada beberapa macam tergantungrndari kebutuhan pasien. Kolostomi dapat dibuat secara permanen maupunrnsementara (Haryono, 2012: 108-123).rnTujuan Karya Tulis Ilmiah adalah menggambarkan pelaksanaan asuhanrnkeperawatan secara langsung dan komprehensif dengan pendekatan prosesrnkeperawatan pada Ny. M dengan gangguan sistem pencernaan: post operasirnlaparatomi dan post kolostomi atas indikasi kanker rekti di ruang HCU BedahrnRSUD Dr. Moewardi Surakarta.rnAsuhan Keperawatan dilakukan pada tanggal 02-04 April 2015. Namarnpasien nama Ny.M, usia 48 tahun, jenis kelamin perempuan. Diagnosa medisrnkanker rekti. Data yang diperoleh wajah pasien tampak menahan sakit. Ada lukarndi perut serta ada nyeri tekan. Pasien mengeluh nyeri dengan (P) : post oprnlaparatomi, Quality (Q) : panas, Region (R) : abdomen, Skala (S) : 6 (1-10), Timern(T) : terus-menerus. Diagnosa yang ditegakkan yaitu nyeri akut, risiko infeksi,rngangguan eliminasi BAB dan intoleransi aktivitas.rnIntervensi, implementasi dan evaluasi dilakukan secara komprehensif,rnmandiri dan bekerjasama dengan tim keperawatan , tim medis serta keluarga.rnSimpulan untuk diagnosa nyeri, gangguan eliminasi BAB dan intoleransirnaktivitas belum teratasi, diagnosa resiko infeksi tidak terjadi. karena waktu yangrndimiliki hanya sesuai waktu minimal yang dimiliki penulis tidak sampai pasienrnpulang.rnKata kunci: kanker rekti, laparatomi, kolostomi, nyeri akut.rn1Mahasiswa Akper Mamba’ul ‘Ulum Surakartarn2Dosen Akper Mamba’ul ‘Ulum Surakarta (Pembimbing Pendamping)rn3Dosen Akper Mamba’ul ‘Ulum Surakarta (Pembimbing Utama)
Tidak tersedia versi lain