CD-ROM
ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.A DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN HIDROSEFALUS POST OPERASI PEMASANGAN SHUNT DI RUANG PICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.MOEWARDI SURAKARTA (KTI 986)
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. A DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN HIDROSEFALUS POST OPERASI PEMASANGAN SHUNT DI RUANG PICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAHrnDr. MOEWARDI SURAKARTArnDewi Murniyati1_ Titik Anggraeni2_ Rina Tri Handayani3rnHidrosefalus adalah jenis penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal). Penyakit ini juga dapat ditandai dengan dilatasi ventrikel serebral, biasanya terjadi secara sekunder terhadap obstruksi jalur cairan serebrospinal, dan disertai oleh penimbunan cairan serebrospinal di dalam karinium secara tipikal, ditandai dengan pembesaran kepala menonojolnya dahi, atrofi otak deteriorasi mental dan kejang-kejang (Sudarti, 2010: 90).rnTujuan Karya Tulis Ilmiah adalah untuk membuat Asuhan Keperawatan pada An. A dengan benar. Pengkajian dilakukan pada tanggal 10 desember 2014 di Ruang PICU RSUD Dr. Moewardi dengan Asuhan keperawatan pada An. A umur 6 bulan dengan gangguan persarafan hidrosefalus post operasi pemasangan shunt.rnDiagnosa keperawatan yang muncul bersihan jalan napas tidak efektif dengan penumpukan sekret, perfusi jaringan serebral tidak efektif berhubungan dengan peningkatan intracranial, risiko infeksi berhubungan dengan pemasangan shunt, risiko Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penurunan mobilitas fisik.rnRencana tindakan dan implementasi serta evaluasi dilakukan secara komprehensif, mandiri dan bekerjasama dengan tim keperawatan, tim medis serta keluarga.rnKesimpulan semua masalah keperawatan yang ditegakkan masih teratasi sebagian karena asuhan keperawatan yang penulis lakukan sesuai dengan batas minimal waktu yang ditentukan, tidak sampai dengan paripurna (pulang). Batas waktu minimal yang dapat penulis pakai karena penulis masih menyelesaikan beberapa target kompetensi yang lain.rnKata Kunci: Hidrosefalus, bersihan jalan nafas tidak efektif, perubahan perfusi jaringan serebaral, risiko infeksi, risiko kerusakan integritas kulitrn1 Mahasiswa Akper Mamba‟ul „Ulum Surakartarn2 Dosen Akper Mamba‟ul „Ulum Surakarta (Pembimbing Utama)rn3 Dosen Akper Mamba‟ul „Ulum Surakarta (Pembimbing Pendamping)
Tidak tersedia versi lain