Text
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.W DENGAN POST OPERASI ORIF (OPEN REDUCTION AND INTERVAL FIXATION) HARI KE 7 ATAS INDIKASI CLOSE FRAKTUR FEMUR SINISTRA 1/3 DISTAL DI RUANG MAWAR 2 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.MOEWARDI SURAKARTA (KTI 1036)
Asuhan Keperawatan Pada Tn. W Dengan Post Operasi Orif (Open Reduction And Internal Fixation) Hari Ke 7 Atas Indikasi ClosernFraktur Femur Sinistra 1/3 Distal Di Ruang Mawar 2 RumahrnSakit Umum Daerah Dr. Moewardi SurakartarnBambang Sugiat1_ Titik Anggraeni2 _ Rejo 3rnFraktur femur adalah terputusnya kontinuitas batang femur yang bisa terjadi akibat trauma langsung (kecelakaan lalu lintas, jatuh dan ketinggian), dan biasanya lebih banyak dialami oleh laki-laki dewasa. Patah pada daerah ini dapat menimbulkan perdarahan yang cukup banyak, mengakibatkan penderita jatuh dalam syok.rnAsuhan Keperawatan dilakukan pada tanggal 23-25 Februari 2015, telah dilakukan pengkajian pada Tn. W, (umur 37 tahun), laki-laki. Dirawat di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan Fraktur Femur.rnData fokus : data subyektif : pasien mengatakan nyeri pada luka jahitan operasi P : nyeri dirasakan saat mendapatkan tekanan dan saat bergerak, Q : nyeri seperti cenut – cenut, R : nyeri pada luka setelah operasi dipaha kiri, S : skala nyeri 6, T : nyeri hilang timbul, nyeri timbul saat digerakan dan saat mendapatkan tekanan, pasien mengatakan kaki kirinya sulit digerakan, pasien mengatakan aktivitasnya dibantu orang lain, pasien mengatakan sulit tidur, tidur kurang lebih 4 – 5 jam, pasien mengatakan sering terbangun saat malam hari karena lingkungan bising. Data obyektif : pasien tampak menahan sakit, terdapat luka pembedahan pada femur sinistra 1 per 3 distal, terdapat luka post op pada femur sinistra 1 per 3 distal, jahitan luka sepanjang kurang lebih 20 cm, luka bersih, kaki tampak sulit digerakan, pasien kesulitan merubah posisi, pasien tampak bedrest, kekakuan otot ekstermitas kiri bawah 3, mata dan lingkaran hitam disekitar mata klien, leukosit 3,9 ribu per ul. Diagnosa yang ditegakkan penulis ada empat yaitu nyeri akut berhubungan dengan terputusnya jaringan tulang, risiko infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh yang tidak adekuat (presedur invasif), gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan lingkungan, hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan integritas struktur tulang.rnImplentasi yang penulis lakukan mulai tanggal 23-25 Februari 2015, sudah sesuai dengan intervensi keperawatan yang disusun. Evaluasi dilakukan tanggal 25 Februari 2015, masalah keperawatan teratasi sebagian dan di lanjutkan pendelegasian pada perawat ruang.rnKata kunci : gangguan rasa nyaman nyeri, risiko infeksi, hambatan mobilitas fisik, gangguan pola tidur.rn1. Mahasiswa Akademi Keperawatan Mamba‟ul „Ulum Surakartarn2. Dosen Akper Mamba‟ul Ulum Surakarta (Pembimbing Pendamping)rn3. Dosen Akper Mamba‟ul Ulum Surakarta (Pembimbing Utama)
Tidak tersedia versi lain