Text
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.S DENGAN GANGGUAN SISTEM UROLOGI: BATU GINJAL DI RUANG MELATI III RUMAH SAKIT DR.MOEWARDI SURAKARTA (KTI 883)
Intisari rnASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.S DENGAN GANGGUAN SISTEMrnUROLOGI: BATU GINJALDI RUANGMELATIIIIrnRUMAH SAKIT Dr.MOEWARDIrnSURAKARTArnRita Khomaria _ Rejo _Sri Iswahyuni rnrnBatu ginjal merupakan masalah kesehatan yang mengalami peningkatan insidensi baik di seluruh dunia maupun di Indonesia dewasa ini.Prevalensi pada masyarakat dunia adalah rata-rata 1-2% penduduk menderita batu saluran kemih. Menurut Depkes RI, Angka kejadian batu ginjal di Indonesia tahun 2002 berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh RSCM adalah sebesar 37.636 kasus baru, dengan jumlah kunjungan sebesar 58.959 orang. Sedangkan jumlah pasien yang dirawat adalah sebesar 19.018 orang, Diagnosis batu ginjal dapat ditegak dengan rangkaian anamnesis dan pemeriksaan penunjang lainnya, dari segi radiologi, dapat dilakukan pemeriksaan foto polos BNO sebagai screening awal. Kemudian dari pemeriksaan penunjang dengan melakukan nyeri ketok CVA untuk memeriksa apakah telah terjadinya infeksi atau hidronefrosis (Ulfa, 2013).rnAsuhan keperawatan pada Tn. S78 tahun, laki-laki, status sudah menikah, dilakukan di Ruang Melati III RS Dr. Moewardi Surakarta pada tanggal 24-28Pebruari 2014, Diagnosa medis CKD. Didapatkan data pasien mengatakan susah untuk BAK, keluar tetapi sedikit, kaki bengkak kurang lebih 4 minggu sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluh kakinya sulit digerakkan karena bengkak, badan lemah, sesak nafas, nafsu makan menurun, mual, tidak muntah.rnDiagnosa yang muncul,pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hiperventilasi sekunder terhadap sindrom uremia, kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urine, resistensi cairan dan natrium, intoleransi aktifitas berhubungan dengan penurunan hemoglobin, keletihan atau kelemahan fisik, risiko ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake tidak adekuat sekunder terhadap mual, muntah dan anoreksia.Rencana tindakan penulis susun setelah memperoleh diagnosa tersebut dan implementasi dilaksanakan selama 5x24 jam serta evaluasi dilakukan secara komprehensif, mandiri, dan bekerjasama dengan tim keperawatan, tim medis serta keluarga.rnEvaluasi dari 4 diagnosa yang sudah dilakukan selama lima hari didapatkan hasil evaluasi 3 masalah teratasi, dan 1 masalah teratasi sebagian dengan kriteria hasil sesuai yang diharapkan, asuhan keperawatan dilakukan sampai penulis sampai pasien pulang.rnrnKata kunci: Batu ginjal,pola nafas tidak efektif, kelebihan volume cairan, intoleransi aktifitas, risiko ketidak seimbangan nutrisi kurang. rn
Tidak tersedia versi lain