Text
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK P DENGAN MASALAH UTAMA HIPERTENSI PADA BAPAK P DI RT 22/5 PILANGBANGU, SEPAT, MASARAN, SRAGEN (KTI 918)
N KELUARGA Bapak P DENGAN MASALAH UTAMA HIPERTENSI PADA Bapak P DI RT 22/05rnPILANGBANGU, SEPAT, MASARAN SRAGENrnAyu Ariyani¹_ Tri Yuniarti ²_ Isnani Nurhayati ³rnHipertensi merupakan penyakit yang mendapat perhatian dari masyarakat, mengingat dampak yang ditimbulkan baik jangka pendek maupun panjang sehingga membutuhkan penanggulangan menyeluruh dan terpadu. Prevalensi hipertensi di Jawa 41,9% (Suseno, 2008). Penderita berusia di atas 56 tahun 80,4%, sedangkan berusia 20-55 tahun 30,3% Prevalensi hipertensi di Desa Pilangbangu terbanyak diderita berjenis kelamin perempuan grade (30,39%).rnAsuhan Keperawatan Keluarga dilakukan tanggal 15 - 21 Januari 2014 di RT 22/05 Pilangbangu, Sepat pada keluarga Bapak P data yang muncul Bapak P sering mengeluh tengkuk leher kadang-kadang terasa nyeri seperti di tarik, P : Nyeri, Q: seperti di tarik, R: tengkuk leher, S : skala 4, T: sering (15 menit), Hipertensi sejak 5 tahun. Ibu W mengatakan anaknya berusia 1 tahun sehat, Ibu W mengatakan cemas tentang tumbuh kembang anaknya terganggu, belum dapat berjalan dan berbicara, Ibu W mengatakan malas membersihkan rumah karena mengurus anaknya. Rumah Bapak P berantakan, berdebu, lantai kotor, jendela selalu tertutup, lantai kamar mandi licin dan banyak ditumbuhi lumut, tidak ada pembuangan sampah. muncul 4 diagnosa: nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan tentang hipertensi, gangguan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal status kesehatan balita, resiko jatuh atau cidera berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memelihara dan membangun rumah sehat. Cemas pada Ibu W tentang tumbuh kembang Anak M berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tentang tumbuh kembang Anak MrnImplementasinya mengajarkan pasien untuk teknik relaksasi distraksi kepada Bapak P. Diagnosa gangguan pertumbuhan dan perkembangan dengan mengajarkan pemberian ASI eksklusif dan manfaat ASI pada Ibu W. Diagnosa resiko jatuh atau cidera dengan menjelaskan tentang pentingnya pencahayaan dan rumah sehat serta mendemonstrasikan membuka jendela rumah. Implementasi untuk diagnosa cemas belum penulis lakukan, Penulis delegasikan pada petugas puskesmas, MasaranrnKesimpulan diagnosa pertama, ketiga teratasi, diagnosa yang ke dua keempat belum teratasi dan diharapkan dalam laporan kasus berikutnya lebih spesifik terhadap penanganan penyakit hipertensi terutama jika terjadi di keluarga.rnKata kunci: Hipertensi, Keluarga Bapak PrnKeterangan:rn1Mahasiswa Akper Mamba‟ul‟Ulum Surakartarn2Dosen Akper Mamba‟ul‟Ulum Surakarta (Pembimbing pendamping)
Tidak tersedia versi lain