Text
ASUHAN KEPERAWATAN KEJANG DEMAM PADA AN.D DI RUANG HAMKA RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU KLATEN (KTI 0018)
INTISARI ASUHAN KEPERAWATAN KEJANG DEMAM PADA AN. D DI RUANG HAMKA RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU KLATEN Sri Suharti1_Sri Sayekti Heni Sunaryanti2 Titik Anggraeni3 Kejang demam merupakan suatu kejang yang terjadi pada usia antara 3 bulan hingga 5 tahun yang berkaitan dengan demam namun tanpa adanya tanda-tanda infeksi intrakranial atau penyebab yang jelas. 4% anak-anak prasekolah pernah mengalami kejang, selama ini yang paling sering ditemui adalah kejang demam. Sedikitnya terjadi satu kejang pada 3% sampai 5% dari semua anak-anak usia 5 tahun, kebanyakan terjadi karena demam, 9% dari populasi umum akan mengalami kejang selama hidupnya. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta, kejang demam dilaporkan di Indonesia mencapai 2-4% dari tahun 2005-2006, propinsi Jawa tengah mencapai 2-3% dari tahun 2005-2006. Tujuan penulisan Karya Tulis Ilmiah adalah untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan Asuhan Keperawatan Kejang Demam pada An. D di Ruang Hamka RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten yang dilakukan selama 3 hari pada tanggal 9 - 11 Februari 2012. Dari pengkajian pada An. D, umur 4 tahun didapatkan data subyektif ibu An. D mengatakan An. D badannya panas, muntah 1 kali, tidak mau makan, belum mengetahui tentang penyakit yang diderita anaknya, program pengobatan dan perawatannya. Data obyektif tanda-tanda vital tekanan darah: 90/50 mmhg, suhu: 392 0C, nadi: 100 kali per menit, respirasi: 24 kali per menit, badan teraba panas, wajah tampak kemerahan, makanan dari Rumah Sakit utuh, angka leukosit 13,5 k/ul, Ibu An. D selalu bertanya- tanya tentang penyakit anaknya dan pengobatannya. Masalah yang muncul adalah Hipertermia berhubungan dengan proses inflamasi, risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake yang tidak adekuat, kurang pengetahuan tentang perawatan dan pengobatannya berhubungan dengan kurang informasi. Intervensi dan implementasi dilakukan dari tanggal 9 Februari 2012 sampai 11 Februari 2012. Intervensi disusun sesuai diagnosa yang ditegakkan. Impementasi dilakukan sesuai dengan intervensi yang telah disusun. Evaluasi dilakukan pada tanggal 11 Februari 2012 dengan hasil : masalah Hipertermia teratasi, masalah risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan teratasi, masalah kurang pengetahuan teratasi. Kata Kunci : Kejang Demam, Hipertermia, Kejangrn1 Mahasiswa Akper Mamba’ul ’Ulum Surakartarn2 Dosen Akper Mamba’ul ’Ulum Surakarta (pembimbing Pendamping)rn3 Dosen Akper Mamba’ul ’Ulum Surakarta (Pembimbing Utama)
Tidak tersedia versi lain