Text
HUBUNGAN PENYEBAB PERDARAHAN ANTEPARTUM DENGAN BERAT BADAN LAHIR DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2010 (KTI 659)
HUBUNGAN PENYEBAB PERDARAHAN ANTEPARTUM DENGAN BERAT BADAN LAHIR DI RSUD DR. MOEWARDI rnSURAKARTA TAHUN 2010rnrn1) Sukoning R Bulan 2)Sab’atun, SST 3) Lilik Hanifah, SSTrnrnABSTRAKrnrnAngka kematian ibu pada tahun 2007 adalah 228 per 100.000 kelahiran hidup dengan penyebab terbesar adalah perdarahan sebesar 40-60%. Sedangkan Angka Kematian Bayi di Indonesia 34 per 1.000 kelahiran hidup, salah satu penyebabnya adalah karena Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yaitu sebesar 7,5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penyebab perdarahan antepartum dengan Berat badan lahir di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2010.rnPenelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan retrospective. Subjek penelitian adalah semua ibu bersalin dengan perdarahan antepartum di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2010 sebanyak 51 responden. Alat pengumpulan data menggunakan format lembar isian dan dengan analisis data menggunakan uji statistik Chi Square.rnHasil penelitian diperoleh jumlah kasus plasenta previa sebanyak 38 responden (74,50%), dan solusio plasenta sebanyak 13 responden (25,50%). Dari kasus perdarahan antepartum tersebut 29 (56,86%) bayi lahir dengan BBLR, sementara 22 (43,14%) bayi lahir tidak BBLR. Hasil uji statistik Chi Square tentang hubungan perdarahan antepartum dengan BBLR di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2010 didapatkan X2 hitung (2,862) lebih kecil dari X2 tabel (3,841) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara penyebab perdarahan antepartum berat badan lahir di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2010.rnrnrnKata Kunci : hubungan, penyebab perdarahan antepartum, berat badan lahirrn1) Penulisrn2) Pembimbing 1rn3)Pembimbing 2rn rn
Tidak tersedia versi lain