CD-ROM
Hubungan Antara Kelainan Kongenital Pada Bayi Lahir Dengan Kematian Neonatal di RSUD Dr Moewardi Surakarta Periode Oktober-Desember Tahun 2010 (KTI 668)
HUBUNGAN ANTARA KELAINAN KONGENITAL PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN KEMATIAN NEONATAL DI RSUD Dr.MOEWARDI SURAKARTA PERIODE OKTOBER-DESEMBER TAHUN 2010rnrnABSTRAKrnrn1) Zahroh Attamimi 2) Henik Istikhomah, SST 3) Gita Kostania, SSTrnrnLatar Belakang : Laporan dari beberapa penelitian dari dalam maupun dari luar negeri angka kejadian cacat bawaan dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Angka kematian bayi baik di dalam maupun di luar negeri dari tahun ke tahun semakin lama semakin turun , tetapi penyebab kematian mulai bergeser. Sebelumnya penyebab kematian pada bayi sebagian besar disebabkan masalah sepsis, asfiksia, dan sindrom distres nafas, maka akhir-akhir ini mulai bergeser pada masalah cacat bawaan.5 Tujuan: Untuk mengetahui adakah hubungan antara kelainan kongenital pada bayi baru lahir dengan kematian neonatal di RSUD Dr. Moewardi Surakarta periode Oktober - Desember tahun 2010.rnMetode Penelitian: Survei analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasinya adalah seluruh bayi baru lahir di RSUD Dr. Moewardi Surakarta periode Oktober - Desember tahun 2010. Sedangkan sampelnya adalah sebagian bayi baru lahir di RSUD Dr. Moewardi Surakarta periode Oktober - Desember tahun 2010 yang berjumlah 280 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling purposive. Alat pengumpulan datanya menggunakan lembar pengumpulan data (master table) sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan data sekunder dari Rekam Medis. Analisis data yang digunakan adalah dengan uji chi-square.rnHasil Penelitian: Jumlah bayi baru lahir yang mengalami kelainan kongenital sebesar 8,89 % dari populasi 495 bayi (sebanyak 44 bayi), jenis kelainan kongenital tersering adalah penyakit jantung bawaan sebesar 34,1% (sebanyak 15 bayi), sedangkan jumlah kematian neonatal sebesar 24,6% dari populasi 495 bayi (sebanyak 122 bayi). Untuk hasil analisa data kedua variabel tersebut diperoleh x2 hitung = 2,557 > x2 tabel = 3,841 dengan ? = 0,05, df = 1 dan p = 0,110. Kesimpulan : Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan antara kelainan kongenital pada bayi baru lahir dengan kematian neonatal di RSUD Dr. Moewardi Surakarta periode Oktober - Desember 2010.rnrnKata Kunci : Bayi Baru Lahir, Kelainan Kongenital, Kematian Neonatalrn1. Penulisrn2. Pembimbing Irn3. Pembembing IIrn
Tidak tersedia versi lain