CD-ROM
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI RSUD SUKOHARJO TAHUN 2015 (KTI 1088)
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI RSUD SUKOHARJOrnTAHUN 2015rnrnrnABSTRAKrnrnrn1)Heny Sulistyowati 2)Lilik Hanifah, SST., M.Kes 3)Anita D L, SST, M.KesrnLatar Belakang : Berdasarkan SDKI tahun 2007 angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih tinggi yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup. Peningkatan angka kematian ibu hamil dan bersalin, angka kehamilan yang tidak diinginkan, dan angka kejadian penyakit menular seksual, serta angka kejadian gangguan kesehatan akibat efek samping kontrasepsi. Salah satunya merupakan dampak dari pengetahuan yang kurang. Pengetahuan mengenai cara memilih alat kontrasepsi yang tepat merupakan hal penting dalam upaya perlindungan terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Berdasarkan data dari Kabupaten Sukoharjo tahun 2014 diketahui jumlah peserta KB aktif sebanyak 121.452 peserta KB, 20.937 peserta (86,1 %). memilih metode KB jangka pendekyang paling banyak dipilih oleh peserta KB baru adalah Suntik (57,0%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang alat kontrasepsi suntik di RSUD Sukoharjo tahun 2015.rnMetode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas yang dirawat di RSUD Sukoharjo sebanyak 50 responden, teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan jumlah sampel 34 responden. Alat ukur berupa kuesioner. Analisa data dengan menggunakan prosentase.rnHasil Penelitian : Pengetahuan ibu nifas tentang alat kontrasepsi suntik di RSUD Sukoharjo mayoritas responden memiliki pengetahuan baik, yaitu 26 responden (76,5%). Karakteristik responden berdasarkan usia mayoritas responden berusia 26-30 tahun, yaitu sebanyak 16 responden (47,1%). Berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan menengah, yaitu sebanyak 18 responden (52,9%). Berdasarkan paritas menunjukkan bahwa jumlah responden primipara dan multipara memiliki jumlah frekuensi yang sama, yaitu 17 responden (50%). Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang alat kontrasepsi suntik berdasarkan karakteristik menunjukkan mayoritas berpengetahuan baik dengan distribusi usia paling banyak berusia 26-30 tahun, yaitu sebanyak 14 responden (41,2%). Karakteristik responden pada tingkat pendidikan menengah dan pendidikan tinggi sama-sama memiliki jumlah 13 responden (38,2%) yang berpengetahuan baik. Karakteristik responden berdasarkan paritas menunjukkan sebagian besar pada multipara sebanyak 14 responden (41,2%). Simpulan : dari penelitian ini tingkat pengetahuan ibu nifas tentang alat kontrasepsi baik.rnrnKata Kunci : Pengetahuan, Ibu Nifas, Alat Kontrasepsi Suntikrn1) Penulisrn2) Dosen Pembimbing 1rn3) Dosen Pembimbing 2rn
Tidak tersedia versi lain