Text
Implikasi terapi relaksasi nafas dalam pada Sdr. G dengan risiko perilaku kekerasan di Bangsal Sadewa RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta
IMPLIKASI TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM PADA SDR. G DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI BANGSAL SADEWA RSJD DR. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA
Febri Aji Puspito¹_ Mahrifatulhijah² _Sri Sayekti Heni Sunaryanti³
Perilaku kekerasan yaitu suatu keadaan yang mengeskpresikan perasaan marah, takut atau ketidak berdayaan terhadap situasi.
Lokasi pengambilan data tentang kasus resiko perilaku kekerasan ini adalah dibangsal Sadewa Rumah Sakit Jiwa Daerah dr.Arif Zainudin Surakarta. Rumah Sakit Jiwa Daerah dr.Arif Zainudin Surakarta dan waktu pengambilan data yaitu pada tanggal 20-22 februari 2020. Identitas pasien : Sdr. G, Umur 20 tahun, Alamat : Magetan, Jenis kelamin : laki-laki, Status : Melum menikah, Agama : Islam. Data subjektif : pasien mengatakan dirumah sering marah-marah tidak jelas, pasie mengatakan sering marah karena pada saat berbicara tidak ada yang memperdulikan atau mendengarkan perkataannya. Data objektif pasien tampak mengertak, pasien tampak mengengam tangannya, pasien tampak pandangan mata tajam.
Teknik relaksasi nafas dalam dapat dilakukan secara sederhana yang terdiri dari napas abdomen dengan frekuensi lambat dan berirama. Klien dapat memejamkan matanya dan bernapas dengan perlahan dan nyaman. Irama yang konstan dapat dipertahankan dengan menghitung dalam hati dan lambat bersama setiapinhalasi (hirup, dua, tiga) dan ekshalasi (hembuskan, dua, tiga).
Berdasarkan intervensi diatas penulis telah melakukan implementasi kepada Sdr. G yaitu memberikan terapi relaksasi nafas dalam, dan Dari implementasi tersebut sudah terdokumentasikan oleh penulis dan evaluasinya tingkat emosi pasien berkurang.
Kata Kunci :Perilaku kekerasan.Relaksasi nafas dalam
1. Mahasiswa Stikes Mamba’ul’ulum Surakarta
2. Dosen Stikes Mamba’ul’ulum Surakarta (Pembimbing Pendamping)
3. Dosen Stikes Mamba’ul’ulum Surakarta (Pembimbing Utama)
Tidak tersedia versi lain