Text
Pemberian sari mentimun pada Ny.P dengan nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis akibat hipertensi di Mawar 2 Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar
xiii
Intisari
PEMBERIAN SARI MENTIMUN PADA Ny.P DENGAN NYERI AKUT
BERHUBUNGAN AGEN CIDERA BIOLOGIS
AKIBAT HIPERTENSI DI RUANG MAWAR 2
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KARANGANYAR
Rhosalia Rahmani¹_²Sri Iswahyuni _Asri Tri Pakarti ³
Hipertensi adalah kondisi dimana seseorang mengalami tekanan darah tinggi
dan merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering tidak terkontrol, dengan
nilai sistolik 140 mmHg diastolik 90 mmHg. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah 2015 hipertensi primer di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015
tercatat sebanyak 2.807.407 atau 11,30%. Presentase penduduk yang dilakukan
pemeriksaan tekanan darah tahun 2015 tertinggi d Kota Salatiga sebesar 41,52%,
sebaliknya presentase terendah adalah pengukuran tekanan darah adalah di
Kabupaten Banjarnegara 0,83%. Kabupaten/kota dengan cakupan di atas rata-rata
provinsi adalah Jepara, Pati, kota Magelang, Kota Tegal dan Kota Surakarta.
Pengkajian dilakukan pada tanggal 20 Februari 2020 sumber data yang
diperoleh dari pasien, keluarga dan rekam medis. Data subyektif pasien provoking
(P) hipertensi, quality (Q) cekot-cekot, region (R) tengkuk leher, skala (S) 5, timing
(T) hilang timbul. Pasien mengatakan tidak terlalu paham tentang penyakit ketika
di tanya mengenai penyakitnya pasien tidak bisa menjawab, Pasien mengatakan
selama sakit pasien susah tidur. waktu tidur hanya ±2 jam, Pasien mengatakan
selama sakit tidur 2 jam dari jam 12 malam dan sering terbangun jam 2 malam,
Pasien mengatakan sebelum sakit tidur malam ± 6 jam, pasien mengatakan jarang
tidur siang
Intervensi yang penulis susun ditujukan dilakukan tidak mengalami nyeri
kriteria hasil mampu mengontrol nyeri, penyebab nyeri,mampu menggunakan
teknik non farmakologi untuk mengurangi nyeri berkurang 7-4, Mampu mengenali
nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda nyeri). Intervensi yang disusun adalah
Lakukan pengkajian nyeri secara komperhensif termasuk karakteristik, Ajarkan
relaksasi nafas dalam monitor ttv, Kolaborasi analgesik, Pemberian obat non-
farmakologi dengan sari mentimun untuk menurunkan tekanan darah.
Kesimpulan dari asuhan keperawatan yang dilakukan adalah menggunakan
sari mentimun yang mana sari mentimun memiliki kandungan air pada mentimum
yang tinggi berkhasiat sebagai diuretik. Air mentimun juga menjaga kesehatan
ginjal dan aktivitasnya sehingga dapat mengubah aktivitas sistem reninangiotensin.
Kandungan kalium (potasium) membantu mengatur saraf perifer dan sentral yang
mempengaruhi tekanan darah. Cara kerja kalium berbeda dengan natrium, kalium
adalah kebaikan dari natrium. Konsumsi kalium yang banyak akan meningkatkan
konsentrasinya di dalam cairan intraseluler sehingga cenderung menarik cairan dari
bagian ekstraseluler dan menurunan tekanan darah
Kata Kunci : Pemberian Sari Mentimun, Nyeri Akut, Hipertensi
1. Mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Stikes Mamba‟ul „Ulum Surakarta
2. Dosen Prodi DIII Keperawatan Stikes Mamba‟ul „Ulum Surakarta (Pembimbing
Pendamping)
3. Dosen Prodi DIII Keperawatan Stikes Mamba‟ul „Ulum Surakarta (Pembimbing
Utama)
Tidak tersedia versi lain