Text
hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN
GASTRITIS PADA REMAJA
Yuni Anggreiny1
, Sri Iswahyuni
2
, Joko Tri Atmojo3
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
Email: yuni44069@gmail.com
ABSTRAK
Latar Belakang: Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan saluran pencernaan yang
paling sering terjadi. Akhir-akhir ini peningkatan penyakit Gastritis atau yang secara umum
dikenal dengan istilah sakit “maag” atau sakit ulu hati meningkat sangat pesat dan banyak di
keluhkan masyarakat. Kejadian penyakit gastritis terjadi karena pola hidup yang bebas hingga
berdampak pada kesehatan tubuh. Gaya hidup yang tidak sehat seperti mengkonsumsi
makanan yang dapat merangsang peningkatan asam lambung, seperti : asinan, cuka, sambal,
dapat meningkatkan jumlah penderita gastritis. Gastritis biasanya dianggap sebagai suatu hal
yang remeh namun gastritis merupakan awal dari sebuah penyakit yang dapat menyusahkan
kita. Pola makan yang baik dan teratur merupakan salah satu dari penatalaksanaan gastritis
dan juga merupakan tindakan preventif dalam mencegah kekambuhan gastritis.
Metode Penelitian: Metode ini menggunakan Literature Review . Database yang digunakan
adalah Google Scholar dan Pubmed dengan pembatasan waktu minimal 5 tahun terakhir.
Hasil: Hubungan pola makan dengan kejadian gastritis sangat perpengaruh dan Hasil
penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan yang kuat antara pola makan dilihat dari
keteraturan frekuensi makan, porsi makan, jenis makanan dan minuman dengan kejadian
gastritis.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna
antara pola makan dengan kejadian gastritis dan pola makan yang tidak sehat memicu
terjadinya penyakit gastritis.
Kata kunci: Gastritis, Pola makan
Penulis:
1. Mahasiswa STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
2. Dosen Pembimbing 1
3. Dosen Pembimbing 2
ix
THE RELATIONSHIP BETWEEN DIET AND
GASTRITIS IN ADOLESCENTS
Yuni Anggreiny1
, Sri Iswahyuni
2
, Joko Tri Atmojo3
College of Health Sciences Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Email: yuni44069@gmail.com
ABSTRACT
Background: Gastritis is one of the most common gastrointestinal health problems. Recently,
the increase in gastritis or commonly known as "ulcer" or heartburn has increased very
rapidly and many people have complained about it. The incidence of gastritis occurs because
of a free lifestyle that has an impact on the health of the body. An unhealthy lifestyle such as
consuming foods that can stimulate an increase in stomach acid, such as: pickles, vinegar,
chili sauce, can increase the number of people with gastritis. Gastritis is usually considered as
a trivial thing, but gastritis is the beginning of a disease that can be troublesome for us. A
good and regular diet is one of the management of gastritis and is also a preventive measure
in preventing recurrence of gastritis.
Research Methods: This method uses a Literature Review. The databases used are Google
Scholar and Pubmed with a minimum time limit of the last 5 years.
Results: The relationship between diet and the incidence of gastritis is very influential and the
results of the study show that there is a strong relationship between diet as seen from the
regularity of eating frequency, portion of food, type of food and drink with the incidence of
gastritis.
Conclusion: Based on the results of the study, it is concluded that there is a significant
relationship between diet and the incidence of gastritis and that unhealthy eating patterns lead
to gastritis.
Keywords: Gastritis, Diet
Author:
1. Mahasiswa STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
2. Dosen Pembimbing 1
3. Dosen Pembimbing 2
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan saluran
pencernaan yang paling sering terjadi. Akhir-akhir ini peningkatan
penyakit Gastritis atau yang secara umum dikenal dengan istilah sakit
“maag” atau sakit ulu hati meningkat sangat pesat dan banyak di keluhkan
masyarakat. Kejadian penyakit gastritis terjadi karena pola hidup yang
bebas hingga berdampak pada kesehatan tubuh. Gaya hidup yang tidak
sehat seperti mengkonsumsi makanan yang dapat merangsang peningkatan
asam lambung, seperti : asinan, cuka, sambal, dapat meningkatkan jumlah
penderita gastritis. Berdasarkan hasil penelitian badan penelitian kesehatan
dunia World Health Organization (WHO) mengadakan tinjauan terhadap
delapan Negara dunia dan mendapatkan beberapa hasil presentase angka
kejadian gastritis di dunia. Dimulai dari Negara yang kejadian gastritis
paling tinggi yaitu Amerika dengan presentase mencapai 47%. Gastritis
biasanya dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun gastritis
merupakan awal dari sebuah penyakit yang dapat menyusahkan kita
(Angelia dan Magie, 2019).
Seiring berkembangnya zaman telah terjadi pergeseran
epidemiologi, yang dulunya lebih menekankan ke arah penyakit menular
ke arah masalah kesehatan dengan ruang lingkup yang sangat luas.
Keadaan ini terjadi karena transisi pola penyakit yang terjadi pada
masyarakat, pergeseran pola hidup, peningkatan sosial, ekonomi
masyarakat dan semakin luasnya jangkauan masyarakat. Berlanjut ke
penyakit tidak menular maupun degeneratif akibat pergeseran pola gaya
hidup manusia dan penularan bakteri. Salah satunya adalah penyakit
gastritis yang terjadi karena inflamasi pada lapisan lambung yang
menjadikan sering merasa nyeri pada bagian perut. Pola makan yang baik
dan teratur merupakan salah satu dari penatalaksanaan gastritis dan juga
2
merupakan tindakan preventif dalam mencegah kekambuhan gastritis.
Penyemuhan gastritis memerlukan pengaturan makanan sebagai upaya
untuk memperbaiki kondisi pencernaan. Selain itu menyediakan variasi
makanan juga sangat berpengaruh, karena menyediakan variasi makanan
yang kurang menarik dapat menimbulkan kebosanan, sehingga
mengurangi selera makan, dan pada remaja lebih sering memilih makanan
cepat saji (Diliyana dan Utami, 2020).
Remaja merupakan usia peralihan dari masa kanak-kanak menuju
masa dewasa. Remaja dalah harapan bangsa, sehingga tidak berlebihan
jika dikatakan bahwa masa depan bangsa yang akan datang ditentukan
pada keadaan remaja saat ini. Namun, di zaman yang modern ini
kehidupan remaja semakin mengkhawatirkan, ditandai dengan gaya hidup
instan dan kesalahan-kesalahan pola makan yang menjadi tren saat ini.
Gaya hidup yang instan dan kurang sehat membuat remaja menyukai
makanan instan pula seperti sering makan junk food atau fast food
(makanan cepat saji), sering makan mi instan, sering minum soft drink,
minum minuman beralkohol, suka ngemil yang tidak sehat, suka makan
kekenyangan, makan yang terlalu cepat, makan yang tidak teratur dan
sering jajan sembarangan yang tidak memperhatikan kebersihan dan nilai
gizi dari makanan tersebut. Kesalahan-kesalahan pola makan remaja saat
ini menjadi sebuah kebiasaan yang dapat menimbulnya berbagai macam
penyakit salah satunya adalah penyakit gastritis yang di sebabkan karena
pola makan yang tidak teratur. Pola makan sangat terkait dengan produksi
asam lambung. Gastritis biasanya terjadi ketika mekanisme pelindung
dalam lambung mulai berkurang sehingga mengakibatkan kerusakan
dinding lambung (Wahyuni dkk., 2017).
Pola makan adalah berbagai informasi yang memberikan gambaran
cara atau perilaku yang ditempuh seseorang atau sekelompok orang dalam
memilih dan menggunakan makanan yang dikonsumsi setiap hari yang
meliputi keteraturan frekuensi makan, porsi makan, dan jenis makanan dan
minuman yang dikonsumsi berdasarkan faktor sosial, budaya dimana
3
Tidak tersedia versi lain