Text
FORMULASI DAN EVALUASI SALEP EKSTRAK DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Cranz) SEBAGAI OBAT LUKA BAKAR
Formulasi Dan Evaluasi Salep Ekstrak Daun Singkong (Manihot esculenta Cranz) Sebagai Obat Luka Bakar.
Thomas Alva Edison Ohee
Program Studi S1 Farmasi, STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
Intisari
Luka bakar merupakan dampak kecelakan yang bisa dikatakan termasuk dalam tingkatan luka ringan hingga berbahaya dan merupakan peristiwa hilangnya jaringan pada kulit yang disebabkan karena adanya kontak dengan sumber panas seperti air, api, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Pengobatan herbal dengan daun singkong memiliki potensi untuk menyembuhkan luka bakar, karena pada tumbuhan daun singkong memiliki kandungan flavonoid, saponin, vitamin A, dan vitamin C dalam penyembuhan luka bakar. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah salep ekstak daun singkong yang dibuat dapat menyembuhkan luka bakar dengan baik.
Jenis penelitian ini adalah eksperimental di laboratorium. Daun singkong diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol dengan perbandingan (1:4). Esktrak kental yang didapatkan dibuat sediaan salep basis hidrokarbon dengan perbandingan konsentrasi pada formula I (20%), formula II (40%), formula III (60%), formula IV (80%). Evaluasi sifat fisik sediaan salep meliputi uji organolepis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas. Selanjutnya salep diuji kemampuan penyembuhan luka bakar secara in vivo menggunakan punggung kelinci galur New Zealend White. Punggung kelinci dibuat luka bakar sebanyak enam bagian, lalu diberikan salep setiap hari sampai luka dikatakan sembuh. Kemudian lama waktu penyembuhan yang digunakan sebagai data penelitian ini. Data penyembuhan luka dianalisis secara statistik menggunakan One way Anova (Analisys Of Varian).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep ekstrak daun singkong memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik sediaan salep. Hasil uji statistik memberikan efek signifikan terhadap penyembuhan luka pada kelinci jantan (p
Tidak tersedia versi lain